3 Hal yang Membuat Samanea Hill Layak untuk Investasi

December 12, 2019

Saat mendengar kata Bogor beberapa dari Anda pasti mengaitkannya dengan banyak hal seperti kota hujan, asinan, istana kepresidenan hingga talas. Memang kota ini menyimpan romantisme sendiri bagi masyarakat yang tinggal di sana. Sebagai kota penyangga Jakarta, Bogor yang juga berbatasan langsung dengan Depok dan Bekasi, belakangan banyak diincar oleh para pemburu rumah 

Ada banyak alasan mengapa Bogor begitu menarik untuk dijadikan lokasi hunian, salah satunya adalah harganya yang relatif  bersahabat serta dikelilingi dengan sarana infrastruktur seperti jalan tol, stasiun kereta api hingga terminal bis. 

Selain untuk ditinggali, daerah Bogor juga ternyata juga dikenal sebagai lokasi investasi yang menggiurkan. Banyak para investor yang mengincar kawasan ini untuk mendapatkan pundi-pundi keuntungan. Nah, bagi Anda yang ingin mencari instrumen investasi properti pada daerah Bogor, perumahan Samena Hill mungkin bisa menjadi pilihan yang menarik. Berikut ini adalah 3 hal yang membuat Samanea Hill layak untuk menjadi instrumen investasi          

Harga Tanah di Sekitar Samanea Hill Meningkat  

Samanea Hill sendiri dibangun pada kawasan Parung Panjang, harga tanah pada kawasan ini terus meroket. Berdasarkan data portal properti Lamudi menyebutkan, kenaikan harganya bisa mencapai 10% hingga 20% per tahun .Tahun 2015 rata rata harga tanah di sana adalah 675.250, tahun 2016 melesat menjadi 775.000, tahun 2017 menjadi 1.175.000 dan tahun 2018 menjadi 1.200.000 per meter persegi.   

Kecamatan Parung Panjang secara administratif masuk ke wilayah Kabupaten Bogor, wilayah ini memiliki luas lahan 70.97 kilometer persegi dan terbagi menjadi 11 kelurahan atau desa. Secara geografis kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Tangerang, makanya tak heran area ini menjadi jalur favorit pengendara mobil atau motor dari Bogor menuju Tangerang atau.Serpong. 

Tidak hanya lokasinya yang strategis, kawasan ini pun dikelilingi dengan sarana transportasi umum. Contohnya seperti adanya Stasiun Parung Panjang, keberadaan stasiun ini dapat mempersingkat perjalanan Anda menuju Jakarta dengan melalui rute Parung Panjang - Tanah Abang.   

Potensi properti kawasan ini pun diperkirakan semakin cerah, seiring dengan dibangunnya sarana infrastruktur tol baru yakni Tol Serpong - Balaraja. Tol ini dibangun sepanjang 30 KM yang terbagi menjadi tiga seksi, yakni seksi 1 dengan rute Serpong - Legok, seksi 2 adalah Legok - Tigaraksa dan seksi 3 Tigaraksa - Balaraja. 

 Dengan segala kelebihan tersebut, makanya tidak berlebihan jika banyak pengamat properti berpendapat bahwa Parung Panjang  akan menjadi kota mandiri baru yang akan bersaing dengan Serpong. Mengingat ketersediaan lahan yang masih luas serta harga properti yang masih murah di sana. 

Pencarian Rumah di Sekitar Samanea Hill Meningkat    

Indikator lainnya bisa dilihat dari jumlah pencarian rumah pada kawasan Parung Panjang, berdasarkan data pencarian melalui Google, minat orang untuk mencari informasi tentang rumah pada kawasan Parung cukup tinggi. Contohnya seperti pada tahun 2015 jumlah pencarian di sana mencapai 1.550 orang kemudian tahun 216 meningkat menjadi 1.750 orang, tahun 2017 kemudian kembali meningkat menjadi 1.980 dan tahun 2018 menjadi 2.340 orang.

Pencarian Sewa Rumah di Sekitar Samanea Hill 

Kawasan Parang Panjang juga cukup potensial untuk dijadikan tempat investasi rumah sewa, karena memang secara tidak disadari area ini ternyata di kelilingi dengan berbagai pabrik yang mempekerjakan ribuan karyawan. Harga sewa rumah di sana tiap tahunnya juga terus merangsek naik, seperti tahun tahun 2015 rata rata harga tanah di sana adalah Rp 300.000 rupiah per meter persegi kemudian tahun 2016 naik menjadi Rp 400.000 dan tahun 2017 menjadi Rp 500.000 dan tahun 2018 kembali naik menjadi Rp 550.000 rupiah.